10 Fakta di Balik Kasus Pembunuhan Cewek Panggilan di Denpasar


10 Fakta Kasus Pembunuhan Cewek Panggilan

Kabar terbunuhnya seorang cewek panggilan bernama Ni Luh Putu Tety Ramuna, alias Bella (24) oleh teman kencanya di sebuah penginapan di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar Utara, disamping memperihantinkan juga mengundang banyak pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, banyak kesimpangsiuran dalam pemberitaan kasus ini.

POPBALI mencoba melakukan penelusuran guna memperoleh informasi yang paling faktual. Berikut adalah fakta-fakta yang terkumpul sampai dengan hari ini, Jumat (22/07/2016.)

 

1. Seorang Menantu Yang Baik

Ni Luh Putu Tety Ramuna lahir di Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli. Tety kemudian menikah dengan I Wayan Januariawan (26) dari Banjar Tiga Kangin, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli. Tidak hanya cantik, di mata sang mertua, yakni I Nengah Aget dan Ni Nyoman Simpen, Tety juga berkepribadian baik. Dia sangat perhatian terhadap suami dan keluarganya.

“Kalau pulang (ke Susut, red), menantu saya ini sangat perhatian dengan keluarga,” tutur Nyoman Simpen (ibu mertua Tety.)

 

2. Meninggalkan Balita

Pernikahan Tety dengan Wayan Januariawan dikaruniai seorang putri yang saat ini baru berusia 4 tahun dan diasuh oleh kakek-neneknya (Nengah Aget dan Nyoman Simpen.) Si kecil sudah ditinggal merantau ke Denpasar oleh Tety dan suaminya sejak usia 12 hari.

“Cucu saya ini sejak umur 12 hari sudah ditinggal merantau kedua orangtuanya ke Denpasar,” terang Nyoman Simpen sambil menunjukan si kecil Apika yang sedang digendong oleh kerabatnya.

 

3. Dari Keluarga Tak Mampu

Meskipun media memberitakan Tety datang ke lokasi kencan dengan mengendari Mobil Toyota Agya, pada kenyataannya Tety dan suaminya bukanlah orang kaya. Ini sebabnya mengapa mereka terpaksa tega meninggalkan putri semata wayangnya di kampung halaman bersama kakek-neneknya.

 

4. Suami-Istri Tapi Tak Serumah

Tidak hanya terpisah dengan putrinya, Tety dan suaminya pun tidak tinggal serumah di Denpasar. Hal itu, menurut Aget dan Simpen, karena mereka bekerja di tempat berbeda.

 

5. Apa Pekerjaan Tety dan Suaminya?

Sepengetahuan sang mertua, Aget dan Nyoman Simpen, Wayan Januariawan (puteranya) bekerja sebagai seorang satuan pengaman (SATPAM) di sebuah perusahaan swasta di Denpasar. Sedangkan Tety pernah bekerja di sebuah pusat kebugaran (fitness center) di Denpasar, tetapi belakangan pindah. Katanya, terakhir (saat pulang Pagerwesi bulan lalu) Tety mengaku bekerja di Vila.

 

6. Kaget dan Sedih

Kematian tragis Tety yang diduga dibunuh teman kencannya di hotel kawasan Denpasar, pada Rabu (20/7) pagi, jelas mengagetkan dan menyisakan kesedihan mendalam bagi Nengah Aget dan Nyoman Simpen, beserta anggota keluarga lainnya.

Menurut Nyoman Simpen, kabar duka tersebut diterima melalui salah satu anaknya pada Rabu pagi sekira pukul 10.00 WITA.

“Terkejut, tiyang langsung menangis histeris,” tutur Nyoman Simpen (mertua perempuan Tety.)

 

7. Dibunuh Teman Kencannya

Luh Tety ditemukan tewas tergeletak di bawah tempat tidur salah satu kamar Wisma Warta Pustita, di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar Utara, pada Rabu pagi pukul 08.00 Wita. Korban diduga dibunuh teman kencannya, Komang Arim Sujana (23)—seorang pemuda pengangguran asal Banjar Tajun, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Bangli—yang menyewa kamar terebut sejak 12 Juli 2016 lalu.

 

8. Benarkah Tety Jual Diri?

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku dan 3 orang saksi sampai hari ini menunjukan, YA, Tety memang jual diri. Pelaku mengaku baru kenal dan ketemu Tety untuk pertamakalinya di hotel

Saksi Teuku Ismail secara terpisah menerangkan bahwa, awalnya, pelaku Komang Arim minta dicarikan cewek panggilan kepada saksi Teuku Ismail. Sekira pukul 17.Wita, datanglah Luh Tety dengan mengendari mobil Agya warna silver. Komang Arim dan Tety kemudian menuntaskan urusannya di Hotel Diana II, Jalan Pidada, tak jauh dari Wisma Warta Puspita—sebuah penginapan dimana pelaku Komang Arim tinggal sejak tanggal 12 Juli 2016

Dari pengakuan ini tergambar bahwa Tety memang lah seorang cewek panggilan yang bersedia melayani pelanggannya dengan bayaran tertentu.

 

9. Benarkah Tety Dihabisi Karena Menaikkan Tarif?

Usai ditangkap Rabu (20/07), pelaku Komang Arim sempat mengaku bahwa ia menghabisi Tety Karena kesal setelah Tety melanggar kesepakatan, yakni menaikan tarif dari 1 juta yang sudah disepakati menjadi 5 juta.

Namun hasil pemeriksaan saksi-saksi menunjukkan fakta berbeda. Saksi Ismail menerangkan, Komang Arim masih menunggak sisa pembayaran wisma untuk 4 hari (dari 7 hari yang ia dibooking.) Dari sini kemudian diketahui, ternyata, pelaku Komang Arim tidak punya uang hingga 1 juta rupiah. Disamping ngebon sewa kamar ia juga belum bayar sewa taxi.

Setelah diperiksa intensif akhirnya pelaku Komang Arim mengakui motivasinya membunuh Tety yang sesungguhnya adalah uang—untuk membayar sisa sewa kamar dan taxi.

Pelaku kemudian menjelaskan bahwa dirinya memang tidak punya uang. Namun nekat mencari cewek panggilan karena “kebutuhan (biologis, red).” Usai memadu asmara di Hotel Diana II pelaku kemudian mengajak Tety ke tempatnya menginap di Wisma Warta Pustita dengan alasan mengambil uang.

Tiba di penginapan pelaku langsung mengajak Tety ke kamarnya. Bukannya membayar servis syahwat yang telah dinikmati di hotel Diana, pelaku Komang Arim justru mencoba meminta uang kepada korban Tety di kamar naas itu. Namun Tety menolak. Kehabisan akal, pelaku kemudian memukul Tety hingga terjatuh ke lantai. Melihat korbannya jatuh pelaku menggunakan kesempatan itu untuk membekapnya dengan bantal hingga korban lemas dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Sejumlah uang dan perhiasan yang melekat pada tubuh Tety dipreteli oleh pelaku Komang Arim. Uangnya digunakan untuk membayar tunggakan sewa penginapan. Sementara cincin dan kalung emas diserahkan kepada sopir taxi yang ia booking. Oleh sopir taxi kalung dan cincin emas Tety dijual dan memperoleh uang 2 jutaan. Sebagian digunakan untuk membayar jasa taxi yg digunakan, sedangkan sisanya diambil oleh pelaku yang kemudian digunakan untuk melunasi sewa penginapan, makan dan minum.

 

10. Benarkah Tety Memiliki Mobil Agya?

Tety memang datang ke TKP dengan mengendarai mobil Agya warna silver. Bahkan sampai Tety ditemukan tergeletak tanpa nyawa di Wisama, pada Rabu, mobil agya tersebut masih terparkir di halaman wisma.

Namun belakangan diketahui ternyata mobil tersebut adalah mobil sewaan milik seseorang bernama Ibu Ayu.

Demikianlah 10 fakta yang yang terungkap dari balik kasus pembunuhan Luh Tety Ramuna alias Bella di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar, pada Rabu (20/07.) Semoga menjawab rasa penasaran publik.

Your reaction?
omg omg
3
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
1
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
1
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
1
hmm
ngeri ngeri
1
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

10 Fakta di Balik Kasus Pembunuhan Cewek Panggilan di Denpasar

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz