Bali Tuntut Bagi Hasil Devisa Sektor Pariwisata


Bali Tuntut Devisa Sektor Pariwisata

Bali adalah penghasil devisa tertinggi pada sektor pariwisata Indonesia. Namun sampai sekarang Bali belum pernah mendapat bagian barang sedikitpun. Oleh sebab itu Bali menuntut agar ke depannya ada bagi hasil yang berkeadilan dari devisa sektor pariwisata yang dihasilkan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali Agung Gede Putra Yuniarta‎.

Menurut Putra Yuniarta, Bali menghasilkankan devisa hingga 47 Trilyun setiap tahunnya. Karena tidak berasal dari hasil pengolahan sumberdaya alam, maka oleh undang-undang semua devisa dari sektor pariwisata harus disetorkan ke pemerintah pusat. Sementara Bali sebagai pembuat dan penghasil devisa tidak mendapat apa-apa.

“Setiap tahun, sumbangan devisa Bali untuk APBN Rp 47 triliun. Tapi apa yang Bali dapat? Tidak ada sama sekali, karena sumbangan Bali adalah pariwisata dan bukan sumber daya alam,” ungkap Putra Yuniarta‎, pada Kamis (04/08/2016).

Dalam perundang-undangan yang berlaku saat ini, hanya daerah bersumber daya alam besar saja yang mendapat bagi hasil dari setoran devisa. Nyatanya, sumbangan Bali dari sektor pariwisata sangat lah besar. Hal ini, oleh Bali, dirasa tidak berkeadilan.

Sepengetahuan Putra Yuniarta, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sudah berkali-kali menyampaikan kepada pemerintah pusat agar undang-undang yang mengatur bagi hasil devisa ini direvisi, sehingga Bali dapat menikmati jerihpayahnya.

“Income Bali hanya dari pariwisata, karena Bali tidak punya sumber daya alam seperti Riau atau daerah lainnya. Tapi sumbangan Bali sangat besar, karena itu layaknya Bali mendapatkan bagi hasil juga. Itu sebabnya perlu ada revisi aturannya biar Bali ikut menikmati hasilnya,” imbuh Putra Yuniarta.

Namun demikian, Putra Yuniarta juga tidak menampik bahwa memang selama ini pemerintah pusat telah memberi bantuan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun itu sifatnya bantuan yang besarannya suka-suka pemerintah pusat, bukan bagi hasil.

Putra Yuniarta berharap agar pemerintah pusat bersedia memberi Bali bagi hasil dari sektor pariwisata.

Sebelum Putra Yuniarta, hal yang sama juga pernah disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry. Menurut Sugawa Korry pihaknya sudah menugaskan staf khusus untuk mengantarkan pokok pikiran revisi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Salah satu usulan penting dalam revisi UU tersebut supaya sumber devisa yang berasal dari sektor pariwisata mendapat pembagian dana bagi hasil yang adil bagi Bali sebagai penghasil devisa.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
1
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
1
wtf
suka suka
1
suka
hmm hmm
2
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Bali Tuntut Bagi Hasil Devisa Sektor Pariwisata

0

Comments 2

  1. Yang bos bos Jakarta Yang membagi bagi uang Pariwiasata bali. Tidak ada kejelasan secara Kronologi tentang keuangan Pariwiasata Bali.
    Kepada Yang terhormat bapak Mentri Pariwiasata indonesia, tolong di imformasikan ke Pada Rakyat bali, ke Mana saja uang triliyunan Rupiah itu jatuh? Supaya Rakyat bali bisa menikmati sedikit.
    Dengan Kommentar ini bapak Mentri Pariwisata bisa menindak lanjuti.

    Terima kasih.

  2. orang bali suru jadi mentri pariwisata baru cocok biar berpengalaman pariwisata indo andelan nya cuman bali doang dari dulu gk berkembang2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz