3 Orang Australia Meninggal di Bali Setiap Bulannya
Previous
RANDOM
Gara-gara Teriak 2 Ormas Nyaris Bentrok di Tohpati Denpasar
Next
Sudahkah Anda Tahu

Cara Mengurus Bantuan Berobat Jamkesmas dan JKBM Bali

by Gusti PutraJanuary 28, 2013

Jamkesmas dan JKBM khusus Bali telah berjalan beberapa tahun, namun masih banyak keluhan tentang sulitnya mendapatkan dan menggunakan kedua fasilitas ini—entah dalam memenuhi persyaratan atau dalam pelaksanaan di rumah sakit.

POPBALI mengumpulkan beberapa informasi prosedur mengurus dan menggunakan fasilitas Jamkesmas dan JKBM—untuk memperoleh keringanan biaya berobat bagi masyarakat Bali yang tergolong tidak mampu.

 

Hambatan Pelaksanaan Jamkesmas dan JKBM di Bali

Ada 2 kemungkinan faktor yang bisa menghambat pengurusan dan penggunaan kedua fasilitas keringanan biaya berobat ini:

1. Hambatan Dari Pengguna – Yang dimaksud “Pengguna” dalam hal ini adalah Masyarakat Bali yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Hambatan bisa datang dari masyarakat itu sendiri, yang kemungkinan penyebabnya ada 2, yaitu:

  • Tidak/belum tahu prosedur pengurusan dan penggunaan – Idealnya pemerintah daerah, mulai dari Gubernur hingga perangkat desa, mensosialisasikan program ini ke masyarakat pengguna dalam bentuk, minimal, penjelasan tentang cara/prosedur mengurus dan menggunakan fasilitas Jamkesmas dan JKBM secara lisan dan tertulis. Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum tahu—sehingga ditolak oleh pihak rumah sakit.
  • Tidak/belum sempat urus – Kejadian yang paling sering adalah pengguna (pasien) sudah sakit (dan butuh pertolongan cepat) baru urus kelengkapan untuk menggunakan fasilitas Jamkesmas atau JKBM, akibatnya rumah sakit menjadi punya alasan untuk menolak ketika pasien dibawa ke rumah sakit, meskipun seharusnya tidak.

2. Hambatan Dari Pelaksana dan Rekanan – Yang dimaksud “Pelaksana” dalam hal ini adalah pihak-pihak yang seharusnya mensukseskan program Jamkesmas dan JKBM dari mereka yang bekerja di kantor Gubernuran hingga kantor Kelian Dinas di Desa/Kelurahan. Sedangkan yang dimaksud dengan “Rekanan” dalam hal ini adalah puskesmas dan rumah sakit yang diajak bekerjasama. Di wilayah ini, ada 2 hambatan yang paling menonjol sampai sejauh ini, yaitu:

  • Pendataan penduduk tak mampu yang tidak akurat – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyak program pemerintah yang tak sampai ke masyarakat akibat ketidakakuratan data penduduk yang dilaporkan oleh Kantor Desa/Lurah. Program Jamkesmas dan JKBM-pun tak luput dari persoalan seperti ini. Entah disengaja atau tidak, faktanya ada banyak masyarakat kurang mampu yang tak kebagian, sementara ada masyarakat lebih mampu yang justru kebagian. Ini bukan pemandangan baru. Ironis memang.
  • Puskesmas dan rekanan rumah sakit yang tak koperatif – Meskipun banyak rumah sakit yang menjadikan kekuranglengkapan atau kesalahan prosedur sebagai dalih menolak pasien pengguna jamkesmas/JKBM, POPBALI meyakini persoalan yg sebenarnya bukan di situ, melainkan soal mau-atau-tak mau koperatif saja. Pepatah mengatakan, “selalu ada alasan untuk melakukan atau tak melakukan sesuatu”—selalu bisa mencari kesalahan pada kelengkapan Jamkesmas dan JKBM yang dibawa oleh pasien, jika niat untuk koperatif memang tidak ada, dan sebaliknya.

Untuk hambatan yang ke-2 (dari pelaksana dan rekanan), POPBALI tak bisa kontribusi apa-apa. Tetapi untuk hambatan yang pertama (dari pihak pengguna), POPBALI bisa bantu sebarluaskan (melalui website ini) mengenai cara/prosedur mengurus dan menggunakan fasilitas Jamkesmas dan JKBM, seperti berikut ini:

 

Prosedur Pengurusan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)

Berikut merupakan syarat dalam mengurus jamkesmas:

  • Surat keterangan tidak mampu yang ditandatangani oleh RT, RW dan Lurah dengan dokumen pendukung melampirkan Foto Copy KTP dan KK
  • Surat kemudian diserahkan ke PKM/Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) setempat.
  • Selanjutnya pihak PKM/Puskesmas setelah menerima surat akan melakukan survey (verifikasi) oleh petugas khusus.
  • Selanjutnya PKM/Puskesmas akan membuat surat rekomendasi yang ditujukan ke Dinas
  • Kesehatan Kota atau Dinas Sosial Kota setempat
  • Instansi tersebut kemudian yang akan mengeluarkan Kartu Jamkes.

Untuk penggunaan kartu Jamkes saat di Rumah Sakit adalah sebagai berikut (Syarat ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah):

  • Rujukan dari Puskesmas
  • Foto Copy KTP
  • Foto Copy KK
  • Foto Copy Kartu Jamkesmas
  • Surat Rawat Kelas III (bila sudah dirawat)
  • Surat Keterangan Lahir (untuk bayi baru lahir)

Bila kemudian penderita dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan atau diluar domisili kota/kabupaten, maka memerlukan surat rekomendasi dari Dinas sosial/Dinas Kesehatan dan surat rujukan dari rumah sakit setempat
Catatan: Prosedur pengurusan Jamkesmas ini berlaku secara nasional, dalam pengertian berlaku sama di seluruh Indonesia.

 

Prosedur Pengurusan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM)

Khusus JKBM, persayaratan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  • Foto Copy KTP Bali, bagi peserta JKBM Dewasa
  • Foto Copy Kartu Keluarga (KK), bagi peserta di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP, anak – anak dan bayi baru lahir.
  • Untuk semua peserta JKBM, baik peserta dewasa, anak – anak dan bayi baru lahir, menyertakan Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah berdasarkan KTP dari Daerah Kabupaten/Kota masing – masing yang menyatakan bahwa tidak mempunyai Asuransi Kesehatan.
  • Surat Rujukan dari Puskesmas berdasarkan KTP dari Daerah Kabupaten/Kota masing – masing, bagi pasien Rawat Jalan/Poliklinik dan Rawat Inap (Kecuali Pasien IRD).
  • Apabila pasien tidak bisa ditangani di RSUD Kabupaten / Kota berdasarkan KTP yang dimiliki. Pasien akan dirujuk ke RSUP Sanglah dengan Surat Rujukan yang dikeluarkan oleh dokter dari RSUD masing – masing Kabupaten / Kota
  • Catatan: Untuk masyarakat yang berasal dari Jembrana, layanan ini tidak berlaku, karena Jembrana sudah mempunyai program pelayanan kesehatan dengan sistim sendiri.

Alur pelayanan JKBM, seperti nampak pada bagan berikut ini:

Alur Pelayanan JKBM

 

Informasi mengenai pelayanan rawat jalan peserta JKBM, yang sejauh ini berhasil diperoleh POPBALI, khusus di RSUD Wangaya, sebagai berikut:

  • Konsultasi medis, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan oleh dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi.
  • Rehab Medis
  • Penunjang Medis : Laboratorium, Radiologi, Elektromedik
  • Tindakan Medik: Operasi Kecil, Operasi Sedang
  • Pemeriksaan, Pengobatan Gigi tingkat lanjut.
  • KB (Tubektomy)
  • Obat – obatan generik, bila karena alasan medis dapat diganti dengan obat berlogo / paten atas kendali dan kajian dari Komite Medik.
  • Transfusi Darah
  • Ponek (Rujukan dari Puskesmas).

RSUD Wangaya

Pelayanan Rawat inap peserta JKBM, khusus RSUD Wangaya, adalah sbb :

  • Hak Perawatan Kelas III
  • Konsultasi, Pemeriksaan Fisik, Penyuluhan Kesehatan oleh dokter Spesialis, dokter Umum
  • Penunjang Medis (Laboratorium, Radiologi dan Elektromedik)
  • Tindakan medik (Operasi Sedang dan Besar)
  • Rehabilitasi Medis
  • ICU, NICU, PICU, ICCU, PKCU.
  • Obat – obatan generik, bila karena alasan medis dapat diganti dengan obat berlogo/paten atas kendali dan kajian dari Komite Medik.
  • Trasfusi Darah
  • Persalinan Resiko Tinggi (Ponek)

Semua Pelayanan Gawat Darurat (Emergency), kecuali kecelakaan Lalu Lintas, untuk peserta JKBM dilayani di RSUD Wangaya.

Beberapa jenis pelayanan yang dibatasi, berlaku khusus untuk RSUD Wangaya, adalah sbb:

  • Kaca mata untuk gangguan reproduksi dengan lensa koreksi minimal +1 / -1 nilai plafon Rp. 200.000,00
  • IOL (intre oculer lens) plafon Rp. 300.000,00 operasi ekstraksi katarak biasa, untuk operasi katarak dengan metode PHAECO, lensa tanam ditanggung Rp. 1.000.000,00
  • Hemodialisa, untuk kasus akut / kasus baru maximal 6x / tahun.
  • Kasus Life saving, penggunaan penunjang diagnostik canggih, tindakan medik canggih, dengan kajian yang dikendalikan oleh komite medik.

Berikut ini adalah jenis pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh JKBM (Bayar sendiri):

  • Persyaratan Kepesertaan Tidak Cukup
  • Bahan Tindakan Estetika (Kosmestik)
  • Chek Up Kesehatan.
  • Protesa Gigi
  • Operasi Jantung
  • Kasus Infertility / Kesuburan
  • Kedokteran Nuklir
  • Pembersihan Karang Gigi, Meratakan Gigi
  • Ketergantungan Obat
  • Circumsisi
  • ARV (Anti Retro Vira)
  • Penyakit Kongenital / Cacat Bawaan
  • Biaya Transportasi Peserta
  • Biaya Autopsi / Visum
  • Chemoterapi
  • Obat – obat berlogo / Paten tanpa kajian dari Komite Medik
  • Pap Smear
  • Ekstraksi kuku untuk kosmetik
  • Percobaan Bunuh Diri
  • Kecelakaan Lalu Lintas

Pelayanan kesehatan untuk peserta JKBM di rumah-rumah sakit lainnya, mestinya tidak jauh berbeda. Pun demikian, POPBALI akan kinikan halaman ini jika ada informasi prosedur pengurusan JKBM di rumah sakit lainnya.

Share yang bermanfaat
Reaksi anda?
Bagus Banget!
0%
Keren!
0%
Wiih!
0%
Prihatin!
0%
Menjengkelkan!
0%
Membosankan!
0%
Lucu!
0%
Bingung!
0%
Gusti Putra
Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudukan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya. Dalam banyak kesempatan mungkin begitu ngotot dalam mengadvokasi Bali, namun di kesempatan lain ia juga kerap mengkritisi dengan sentilan-sentilan halusnya. Follow Gusti Putra di:

Komentar via FB

2 Comments
Leave a response
  • tanduk
    September 15, 2013 at 5:22 pm

    Sudah memakai sistem online, jika Data KTP atau Kartu JKBM sudah cocok dengan nama yang tertera di sistem harusnya bisa langsung tanpa surat pengantar dari Desa. Databasenya mana yang layak mana yang tidak sudah difilter di pusat data.

  • I Gede Suwirya
    March 1, 2014 at 1:20 pm

    Apakah orang belum sakit / sehat bisa memiliki kartu elektronik JKBM, kalau bisa bagaimana cara dan dimana kita bisa mengurusnya, mohon impormasinya, sekian dan terima kasih.

Leave a Response

SINDIKASI & REPUBLIKASI: Hanya diijinkan bila (1) untuk non-profit (2) mencantumkan popbali.com sebagai sumber disertai link. Selain cara ini tidak diijinkan.