Dua Teroris Tertembak Mati di Poso, Salah Satunya Santoso?


Santoso Alias Abu Wardah

Baku tembak antara aparat dan kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Senin Petang (18/07.) Dua orang anggota kelompok teroris dikabarkan mati tertembak dan salah satunya diduga sebagai pimpinan kelompok yang paling dicari oleh aparat kemanan, yakni Santoso.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi membenarkan adanya kontak senjata di hutan Tambarana, Poso Pesisir Utara, dan 2 orang kelompok teroris tertembak mati oleh aparat. Namun ia belum bisa memastikan apakah salahsatunya memang Santoso.

“Pukul 17.00 Wita tadi ada kontak tembak di Tambarana, Poso Pesisir Utara. Dalam kontak tembak tersebut dua orang meninggal dunia, keduanya DPO,” terang Brigjen Rudy via telepon pada Senin (18/07) malam.

Ditanya mengenai ciri-ciri fisik, terutama tahi lalat pada wajah, Rudy membenarkan bahwa ciri fisik salahsatu orang yang tertembak mati memang sama dengan Santoso, termasuk tahi lalatnya.

Namun demikian, Rudy tetap belum berani memastikan sebelum jenazah tiba di rumah sakit di Poso.

“Sedang dievakuasi. Kan TKP-nya di hutan. Bolehlah semua orang ngomong itu mirip Santoso. Yang jelas saya pastikan terlebih dahulu,” tegasnya.

Selain berhasil menembak mati 2 dari 21 DPO kelompok Santoso, Rudy mengatakan, aparat juga berhasil mengamankan 2 pucuk senjata jenis M 16 yang diduga kepunyaan 2 anggota teroris yang tertembak.

Santoso dan kelompoknya adalah buron teroris yang paling dicari oleh pihak kepolisian saat ini. Sejak persitiwa perampokan bank dan pembunuhan anggota polri di Poso 2011, aparat kepolisian terus memburu Santoso dan kelompoknya.

Setahun setelah itu Santoso mendeklarasikan berdirinya Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan mengangkat dirinya sendiri sebagai pimpinan. Kemudian pada 2014 Santoso dan kelompoknya menyatakan diri takluk (ber-bai’at) kepada kelompok ISIS yang bermarkas di Raqqa, Suriah. Pada awal 2015 Polri secara resmi menggelar operasi khusus untuk mengejar kelompok Santoso yang disebut “Operasi Camar Maleo.”

Memasuki awal 2016, pemerintah membentuk satuan khusus yang disebut “Tim Alfa” (terdiri dari unsur Brimob, Densus 88, Kodim 1307, Bataliyon 714 TNI, Kostrad dan Kopassus) dan menggelar operasi khusus yang disebut “Operasi Tinombala” guna mengintensifkan pengejaran kelompok Santoso.

Sudah beberapakali aparat berhasil menembak mati anggota kelompok Santoso. Namun Santoso sendiri selalu berhasil meloloskan diri dari kepungan aparat. Terakhir kelompok Santoso terdesak di Pegunungan Napu dan 2 orang anggota kelompok tersebut tertembak mati. Tetapi lagi-lagi Santoso lolos dan berhasil kabur ke Pegunungan Biru.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Dua Teroris Tertembak Mati di Poso, Salah Satunya Santoso?

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz