Gubernur Bali Siap Bekukan Ormas; Tembak Di Tempat Jika Melawan


Bentrok Ormas di Gianyar1

Banyak selentingan di media sosial yang mengatakan bahwa, Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak mau bersikap tegas terhadap organisasi masyarakat (ormas) tertentu di wilayahnya karena memiliki hubungan istimewa. Bahkan ada yang menyebut ormas sengaja dipelihara.

Gubernur Pastika membantah tudingan tersebut, dan dengan tegas menyatakan siap membekukan ormas yang meresahkan masyarakat.

“Sangatlah Bohong kalau saya tidak berpihak pada masyarakat, saya dituding berpihak pada ormas, saya ingin dalam setiap kebijakan, keputusan yang saya ambil, kebijakan itu nantinya tidak melanggar hukum, sehingga tidak menjadi kebijakan tambal sulam,” ungkap Gubernur Pastika via akun FB pribadinya.

Menurutnya, kebebasan berkumpul bagi masyarakat dijamin oleh undang-undang. Namun demikian dirinya siap melakukan pembekuan jika ada perkumpulan yang meresahkan masyarakat.

“Saya sudah mengeluarkan SP1 dan jika sampai pada SP3, saya sendiri yang akan membekukan ORMAS TERSEBUT,” imbuhnya.

Disamping menyatakan siap untuk membekukan ormas anarkis, Mangku Pastika juga mengajak seluruh warga desa pakraman di Bali untuk mempersempit ruang gerak preman di wilayah desanya masing-masing, dan lebih memberdayakan pecalang.

Dan kepada jajaran aparat, mantan Kapolda Bali ini juga meminta agar tidak ragu-ragu dalam menindak preman yang melakukan pelanggaran hukum.

“Kepada Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek, saya minta jika ada perlawanan dalam penegakan hukum dari preman, silahkan lakukan tindakan tegas. Jika memang harus dilakukan, silahkan tembak di tempat,” pungkasnya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan dalam orasinya pada Panggung Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Renon pada Minggu (05/06/2016), menanggapi kritik yang disampaikan oleh Mantan Komisoner KPU Pusat I Gusti Putu Artha.

Sebelumnya, di acara yang sama, Putu Artha menilai Gubernur dan para petinggi di Bali terkesan membiarkan perilaku oknum ormas yang dalam pandangannya sudah kelewat batas; menenteng pedang terhunus dan dengan sadis membunuh orang di jalanan, seperti yang terjadi di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Jumat (03/6/2016) lalu.

Kronologis kejadian, menurut Kapolres Gianyar AKBP Waluya, sejumlah anggota kelompok Laskar Bali melayat ke rumah Ketua DPC Laskar Bali Gianyar, Alit Rama, untuk menghadiri upacara pengabenan. Setelahnya, rombongan pelayat dari Denpasar dikawal pulang oleh kepolisian melewati jalur By Pass Prof Ida Bagus Mantra.

Tujuh orang di antaranya yang mengendarai empat sepeda motor berpisah karena pulang ke arah yang berbeda, di perkirakan wilayah Batubulan. Namun ketika tiba di simpang empat Batuan, mereka dipepet sejumlah mobil.

Dua di antaranya yaitu Made Arsana (32) dan Nyoman Ngurah Budiadnya (35) di serempet hingga terjatuh. Sementara itu, warga melihat Dewa Gede Artawan (30) dikejar oleh para pria bercadar menghunus parang ke arah utara.

“Hanya yang meninggal ini [red: Dewa Gede Artawan] dikejar ke arah utara sampai masuk rumah warga. Belum ada informasi dari mana pria bercadar itu datang,” ungkap Kapolres Waluya.

Kapolres belum bisa memprediksi siapa pelaku di balik pembunuhan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Dewa Gede Artawan bukanlah satu-satunya korban pembunuhan anarkis di jalanan di Bali. Pada Desember 2015 silam, 2 orang anggota kelompok Baladika Bali juga meninggal secara mengenaskan setelah diserang secara membabibuta oleh oknum anggota kelompok Laskar Bali. Bahkan 2 orang anggota Baladika Bali lainnya juga dibunuh secara sadis di Jalan Teuku Umar Denpasar, dengan disaksikan oleh banyak warga sekitar tempat kejadian.

Aksi bunuh-membunuh diantara anggota ormas seakan terus berlanjut tak ada habisnya. Hal inilah yang memicu keresahan sekaligus kegeraman warga. Warga menuntut agar ormas yang berperilaku anarkis dibubarkan saja, demi menjaga kemanan dan kedamaian Bali.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
1
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Gubernur Bali Siap Bekukan Ormas; Tembak Di Tempat Jika Melawan

0

Comments 1

  1. Saat ini masyarakat hanya bisa menunggu bukti dari statement paduka yang mulia Gubernur Bali, tp yg msh jd pertanyaan pembekuan akan dilakukan menunggu berapa kali kejadian lg?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz