Hati-hati! Pokemon Go Bisa Dimanfaatkan Teroris dan Intel Asing


Layar Game Pokemon Go

Sementara warga mulai demam permainan (game) ‘Pokemon Go,’ pihak aparat keamanan mulai mewaspadai potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan game ini. Diantaranya, bisa dimanfaatkan oleh teroris dan intel (agen mata-mata asing.

Wakil ketua komisi I DPR, TB Hasanuddin menghimbau secara tegas, khususnya kepada pejabat VVIP, agar menghindari permainan Pokemon Go. Pasalnya, menurut mantan sekretaris militer ini, dalam aplikasi permainan Pokemon Go terdapat pola ‘real time’ dan ‘real location,’ dan hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya ingatkan pejabat VVIP, ini perlu dijaga untuk hindari dari tindakan tak bertanggung jawab,”ujar politisi PDI-P ini.

Menurut Hasanuddin, pola dalam permainan game Pokemon Go (real time dan real location) adalah bergerak dari satu titik ke titik lain. Sehingga dalam teori pencari data, lokasi dikenal sebagai ‘recection’ dan ‘intersection,’ kemudian memancarkan “sesuatu.” Oleh karenanya, menurut dia, game ini rentan dimanfaatkan oleh teroris dan agen mata-mata asing. Sangat berbahaya. Terlebih belakangan ini teroris mulai menyerang markas-markas aparat keamanan.

“Bisa ditembak dengan mortir. Dulu pejuang Chenchen disikat, dan mereka kena lewat ponsel yang diketahui posisinya. Rudalnya menyusuri itu.” Tuturnya.

Hasanuddin mengingatkan kepada publik, terutama sekali mereka yang bekerja di wilayah keamanan seperti kepolisian dan TNI, agar game Pokemon Go tidak dimainkan di wilayah-wilayah tertentu, terlebih bagi prajurit yang sedang menjalankan tugas kedinasan.

“Alat dan permainan itu jangan main di kamp, gudang senjata, atau restricted area. Mungkin prajurit sedang jaga atau main. Bahkan handphone saja bisa ditrack posisinya dimana dengan sinyal atau dengan sistem satelit,” tegas Hasanuddin.

Peringatan yang sama juga disampaikan oleh Kediv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar. Ia meminta agar para pemain tidak sembarangan masuk ke lokasi-lokasi yang jadi objek strategis nasional. Dikhawatirkan, data yang terekam itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab seperti spionase pihak asing.

”Jangan sampai melanggar batas-batas hak orang lain. Apalagi sampai menerobos ke objek vital,” kata Irjen Boy.

Adapun obyek vital yang dimaksud diantaranya, kantor kepolisian dan pusat militer. Khusus untuk anggota polisi memang dilarang untuk memainkan aplikasi pokemon itu.

”Saya rasa polisi tidak ada yang pakai pokemon. Apalagi main di dalam mabes. Tidak dibenarkan itu,” tegasnya.

Kemarin malam (18/07), Polda Jawa Barat menahan seorang pria berkewarganegaraan Perancis, Romain Pierre (27) yang menerobos kompleks Komando Distrik Militer (Kodim) Cirebon. Ketika ditangkap, Pierre mengaku sedang bermain Pokemon Go.

Pierre sempat kabur saat dicegat oleh penjaga, namun berhasil dicegat di pos penjagaan. Namun Pierre kemudian dibebaskan.

“Ia tidak berniat memasuki kompleks tersebut karena ia sedang berburu Pokemon sambil jogging,” terang Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus pada Selasa (19/07.)

Sementara pihak keamanan mewanti-wanti agar berhati-hati memainkan game Pokemon Go, sejumlah pejabat penting justru mengaku gemar memainkannya. Sekretaris Kabinet Pramono Anung misalnya, kepada wartawan mengaku telah menangkap sejumlah Pokemon di Istana Presiden.

Lain lagi dengan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, ia mengatakn Permainan Pokemon Go dapat digunakan untuk meningkatkan pariwisata kota Jakarta. Tak kalah dengan Gubernur Ahok, Wakil Presiden Jusuf Kalla malah berencan membangun taman khusus untuk berburu Pokemon.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Hati-hati! Pokemon Go Bisa Dimanfaatkan Teroris dan Intel Asing

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz