Puluhan Orang Merusak Rumah dan Menusuk Warga di Desa Kepaon
Previous
RANDOM
Agar Balas Dendam Tidak Berlanjut Aparat Masih Siaga Di Kepaon
Next
Lokal Bali

Ini Bantahan KPU Bali Atas Tudingan Melanggar Kode Etik

by Gusti PutraJune 7, 2013

Mewakili seluruh komisioner KPU Kabupaten Badung, Karangasem, Buleleng, Tabanan dan dirinya sendiri sebagai pihak teradu, KPU Provinsi Bali menyampaikan bantahan atas tudingan melanggar kode etik dalam penyelenggaraan Pilgub Bali yang didaukan oleh pasangan cagub-cawagub Puspayoga-Sukrawan (PAS).

Bantahan disampaikan oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, dalam sidang perdana Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia yang diselenggarakan pada Jumat (07/06/2013) di Gedung Badan Pengawas Pemilu, Jakarta.

Dalam bantahannya Lanang Perbawa mengatakan:

“Apa yang disampaikan pengadu tidak jelas dan kabur, tidak merinci di mana masalahnya. Tidak mengetahui teknis masalah.”

Mengenai selisih atau perbedaan data rekaptulasi suara—mulai dari tingkat PPS dan PPK—yang dipersoalkan kuasa hukum pengadu (PAS), menurutnya, samasekali tak benar.

Lanang juga membantah pernyataan kuasa hukum PAS yang mengatakan bahwa kondisi Bali saat itu mencekam. Menurut KPU Bali, Pemilukada Bali berjalan normal, aman dan damai.

Hal yang sama juga sudah pernah dijelaskan kepada Dewan Perwakilan Daerah Bali beberapa hari yang lalu bahwa, Pemilukada Bali berjalan dengan tenang, damai dan tanpa gangguan. Samasekali tidak ada suasana mencekam seperti yang diadukan oleh pihak kuasa hukum pengadu.

Selain itu, proses penyelenggaraan pemilukada Bali sudah dilakukan sesuai prinsip dasar dan metode yang diatur perundang-undangan, Komisioner KPU Bali lainnya menambahkan. Ia menambahkan:

“Kami sudah siapkan alat bukti 13 Mei 2013 mengenai pentingnya penyelenggaraan pemilu mengacu perundang-undangan. Selanjutnya kami beritahukan jajaran soal rekapitulasi suara, tinggak desa, kecamatan, kabupaten/kota.”

Dihadapan sidang yang juga dihadiri oleh Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo dan wakilnya Hasto Kristianto serta Pengacara Henry Yosodiningrat yang ‘nyaleg’ lewat PDIP itu, KPU Bali juga membantah tudingan mengenai adanya pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur, sistimatis dan massif untuk memenangkan pasangan calon tertentu dalam Pemilukada Bali, seperti yang didalilkan oleh pengadu. KPU Bali menambahkan:

“Kalau memang ada, terjadi di mana, oleh siapa dan berapa yang dimenangkan.”

(Keterangan Gambar: Komisioner KPU Bali, dalam sebuah acara sosialisasi dan pelatihan di Bali. Foto Courtesy: kpud-baliprov.go.id)

Reaksi anda?
Bagus Banget!
0%
Keren!
0%
Wiih!
0%
Prihatin!
0%
Menjengkelkan!
0%
Membosankan!
0%
Lucu!
0%
Bingung!
0%
Gusti Putra
Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudukan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya. Dalam banyak kesempatan mungkin begitu ngotot dalam mengadvokasi Bali, namun di kesempatan lain ia juga kerap mengkritisi dengan sentilan-sentilan halusnya. Follow Gusti Putra di:

Komentar via FB

Leave a Response

SINDIKASI & REPUBLIKASI: Hanya diijinkan bila (1) untuk non-profit (2) mencantumkan popbali.com sebagai sumber disertai link. Selain cara ini tidak diijinkan.