Iron Man From Bali: Pakar Ini Mentahkan Analisa M Asad Abdurrahman


Iron Man From Bali

Pengguna Facebook dengan nama akun M Asad Abdurrahman dengan percaya diri langsung mengatakan rangkaian tangan robot buatan Tawan, nama akrab I Wayan Sumardana (31), hanya akal-akalan saja untuk menipu publik.

Pengguna FB yang belakangan disebut sebagai Sarjana Teknik Eletro lulusan Universitas Hassanuddin berkali-kali mengatakan bahwa rangkaian lengan Tawan sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. “Apa ini? Apa itu? Untuk apa? Apa Gunanya?” tanya M Asad dengan nada menyepelekan, seolah-olah dirinya seorang pakar yang berpengalaman dalam mengembangkan robot.

Namun, satu-per-satu doktor di bidang teknik mulai bermunculan dan menjatuhkan kesombongannya dengan analisa-analisa yang lebih bisa dipercaya tentunya.

I Wayan Widiada, ST, MSc, PhD, misalnya. Meskipun tidak dimaksudkan sebagai respon terhadap ocehan ngawur M Asad, analisa Widiada telah menjatuhkan celotehan M Asad dengan telak. Menurut dosen Teknik Mesin Universitas Udayana ini, struktur lengan robotik buatan Tawan tidak saja masuk akal, melainkan juga telah memenuhi prinsip kerja robot.

“Berdasarkan pengamatan saya, lengan robot yang dibuat oleh Sutawan tersebut, jika dilihat dari prinsip kerja robot, hal tersebut masuk akal. Meski desain lengan robot ini sangat sederhana karena menggunakan barang-barang bekas, namun dari strukturnya sudah memenuhi prinsip kerja robot,“ terangnya lewat tulisan.

“Komponen-komponen yang digunakan Sutawan dalam rangkaian lengan robotnya mencukupi dalam kaidah robotik. Ada ban kepala dengan komponen EEG tersebut, fungsinya untuk mendeteksi sinyal elektris di otak lalu kemudian diubah menjadi bentuk gelombang yang akan dikirim ke micro controller,” papar Widiada lebih lanjut.

Ungkapan ini sekaligus juga mementahkan ungkapan dosen ITS yang mengatakan lengan robot buatan Tawan tidak dilengkapi dengan micro controller.

“Ada kok micro controllernya, meski agak tertutup, tapi saya sempat lihat,” terang Widiada.

“Dari micro controller ini akan dikirim sinyal menuju motor. Di sanalah output yang dihasilkan berupa respon, yakni gerakan atau torsi. Ada dua motor penggerak di bagian persendian lengan robot itu,” imbuhnya.

Namun demikian, menurut Widiada, ada hal yang masih mengganjal. Hal ini terkait glove atau sarung tangan yang juga dikenakan Sutawan dalam rangkaian lengan robotnya itu, namun terpisah.

“Ada kabel-kabel pada glove tersebut, tapi ia belum mengetahui betul apa fungsinya. Saya sangsi justru pada glove ini, selain karena terpisah, mengapa hanya untuk tiga jari di tengah saja,” ungkap Widiada.

Hal lainnya, masih menurut Widiada adalah mengenai 3 jari tengah lengan kiri Tawan yang menurut orang-orang sekitar mampu mengangkat beban hingga 20 kilogram.

“Logikanya, kalau mengalami kelumpuhan, bagaimana tiga jari ini bisa mengangkat beban sebesar itu. Coba saja kita lemaskan jari kita, pasti jari akan menolak beban yang besar, butuh daya yang besar untuk melawan,” terangnya.

“Mengapa hanya untuk tiga jari saja, kok tidak keseluruhan?” tanya Widiada.

Keterangan Tawan kepada media yang mengatakan bahwa, hanya dirinya yang bisa menggunakan lengan mekanis itu, juga membuat Widiada penasaran.

“Yang membuat saya penasaran adalah kabar bahwa alat tersebut tidak bisa digunakan oleh orang lain, selain Sutawan. Jika berupa sensor, seharusnya siapa pun bisa menggunakannya. Kalau dari sensor, seharusnya siapa pun bisa pakai, tidak masalah,” paparnya lebih lanjut.

“Yang perlu diketahui bagaimana sistem programnya, apa yang menjadi setting command-nya,” imbuhnya.

Secara keseluruhan Widiada mengatakan bahwa lengan robotik buatan Tawan adalah sesuatu yang masuk akal, namun perlu pengujian.

“Dari pengamatan saya, prinsip kerja lengan robot milik Sutawan adalah kreasi yang masuk akal, tetapi harus ada pengujian lebih mendalam,” ungkapnya.

Tujuan pengujian tersebut katanya untuk menganalisa sistem kerja dan hal lainnya.

“Perlu pengujian di kampus untuk melihat seberapa tingkat eror yang dihasilkan alat ini,” pungkasnya.

Melalui keterangan tertulis, Widiada juga berjanji akan mengunjungi rumah sekaligus bengkel las Tawan untuk mencoba dan menggali kembali informasi tentang lengan robot itu secara langsung.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Iron Man From Bali: Pakar Ini Mentahkan Analisa M Asad Abdurrahman

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz