Visi Misi Puspayoga-Mangku Pastika

Janji Cagub Bali 2013: Visi Misi Puspayoga dan Mangku Pastika

Seperti calon gubernur (cagub) provinsi lain, cagub Bali-pun punya visi dan misi yang secara awam bisa dipandang sebagai janji-janji, yang (idealnya) akan dilaksanakan bila kelak terpilih menjadi Gubernur Bali. Bagaimana visi dan misi masing-masing Cagub Bali di Pilkada 2013 ini?

Ada tiga calon yang akan bertarung di Pilgub Bali 2013 yang akan dilangsungkan tanggal 15 Mei nanti, yaitu: AA Ngurah Puspayoga, I Made Mangku Pastika dan I Gede Winasa. Mereka bertigapun, sebagai calon gubernur Bali, punya visi dan misi.

 

Mengapa Perlu Visi dan Misi (Pengantar dari POPBALI)

Di satu sisi, masyarakat tahu (dari pengalaman yang telah lewat dalam memilih berbagai macam jenis calon) bahwa:

  • Sebagian besar janji yang dituangkan dalam selembar kertas ‘Visi-dan-misi’ tak terlaksana; lebih mirip ritual rutin dan formalitas belaka ketimbang tekad dan keinginan yang sungguh-sungguh.
  • Membangun Bali tidak semudah membalik telapak tangan; tidak secepat menyusun ‘Visi-dan-Misi’; akan menjadi tantangan berat bagi siapapun yang terpilih untuk memimpin Bali ke depannya.
  • Persaingan dunia pariwisata tidak semudah dahulu, tidak cukup hanya dengan membangun jalan tol dan bandara.
  • Menjaga agar budaya Bali tetap lestari tidak semudah menulis dan mengucapkan “ajeg Bali”.
  • Menjaga lingkungan dan kebersihan Bali tidak semudah mencetak dan menyebarkan sticker “Clean and Green”
  • Menjaga kelangsungan dunia usaha—yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan—tanpa mencederai rasa keadilan masyarakat, juga, tidak semudah menulis opini dalam kolom koran atau bereriak-teriak di jalanan sambil mengacung-ngacungkan poster.
  • Mensejahterakan masyarakat Bali di tengah-tengah krisis ekonomi global, seiring dengan semakin menyusutnya sumberdaya, bukan sesuatu yang bisa dituangkan dalam selembar kertas ‘Visi-dan-Misi’.

Di sisi lainnya, masyarakat masih memerlukan harapan-harapan (hopes) dan mimpi-mimpi (dreams), karena kedua hal itulah yang membuat mereka tetap semangat menjalankan aktivitasnya sehari-hari, terlepas apakah harapan itu akan tetap menjadi harapan atau mendekati nyata.

Sehingga, ‘visi-dan-misi’ seorang calon gubernur tetap saja menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat calon pemilih, setidak-tidaknya mereka menjadi tahu:

  • Apa yang menjadi ‘mimpi’ dari masing-masing calon gubernur; apakah sama dengan mimpinya calon pemilih
  • Upaya apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu;
  • Apa yang menjadi prioritas masing-masing calon, dalam menjalankan upaya itu.
  • Dengan cara apa upaya-upaya itu dilakukan (seperti apa programnya)
  • Sejauh mana program-program tersebut masuk-akal dan memungkinkan untuk dilakukan
  • Dan seterusnya.

Berikut ini adalah Visi-dan-Misi AA Ngurah Puspayoga (akan berpasangan dengan I Dewa Nyoman Sukrawan ) dan I Made Mangku Pastika (akan berpasangan dengan I Ketut Sudikerta).

 

1. Visi dan Misi Seorang AA Ngurah Puspayoga (Cagub dari Paket “PAS”)

Visi dan Misi Puspayoga

VISI : MEMBANGUN BALI BERBASISKAN PERAN DAN POTENSI KABUPATEN/KOTA DI BALI

MISI :

1. Membangun Bali yang aman dan nyaman secara sekala dan niskala bagi siapa pun yang tinggal di wilayah ini dimana konflik horizontal dan vertikal ditekan serendah mungkin dan harmoni antara berbagai kelompok masyarakat dapat diwujudkan.

2. Membangun Bali yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai pemerataan dan penghapusan kesenjangan sosial ekonomi serta peningkatan kualitas kehidupan warganya melalui pendidikan dan kesehatan.

3. Membangun Bali yang terjaga kualitas lingkungannya dimana masalah pencemaran dapat ditekan serendah mungkin dan perbaikan kualitas lingkungan terus diupayakan. Kelestarian juga mencakup kelestarian budaya Bali sebagai perwujudan dari penerapan ajaran Tri Hita Karana.

4. Mengidentifikasi potensi dan masalah di kabupaten kota serta mendorong peran bagi pemerintah kabupaten/kota untuk memaksimalkan potensi dan mengatasi masalah serta mensinergikan dan mengintegrasikannya dalam bingkai kepentingan Bali. Pemerintah Provinsi juga menjadi mediator dalam hubungan dengan Pemerintahan Pusat.

Visi dan Misi tersebut akan dicapai dengan Program Unggulan sebagai berikut:

1. Program percepatan integrasi antara pertanian dan pariwisata:

  • Membentuk Pokja Percepatan Integrasi Pertanian dan Pariwisata dengan melibatkan akademisi, Gabungan Industri Pariwisata Daerah (GIPD) dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Pokja akan mengkaji dan merekomendasikan upaya-upaya kongkrit dalam percepatan integrasi;
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian serta memadukannya dengan kebutuhan industri pariwisata;
  • Memberdayakan dan mengembangkan potensi subak sebagai pelaku ekonomi;
  • Membangun pasar khusus untuk penyediaan fasilitas pertanian dan pemasaran pertanian;
  • Mendorong investasi di bidang pertanian; dan
  • Menyelenggarakan festival-festival pertanian sebagai sarana promosi dan edukasi.

2. Program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di kabupaten/kota:

  • Mendorong percepatan pembangunan infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi di kabupaten seperti bandara di Buleleng, shortcut jalan Denpasar- Buleleng dan lain-lain; dan
  • Penggunaan Dana Bantuan Kabupaten/Kota (BKK) untuk pemeliharaan infrastruktur transportasi, pendidikan dan kesehatan.

3. Penyerahan aset-aset provinsi yang ada di masing-masing kabupaten untuk dikelola pemerintah kabupaten/kota guna kepentingan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

4. Program percepatan pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah yang layak huni, peningkatan kualitas pelayanan puskesmas dan rumah sakit daerah, peningkatan kualitas pendidikan dasar, dan peningkatan derajat kesehatan perempuan.

5. Program peningkatan peran pemuda dalam kewirausahaan dan pengembangan industri kreatif:

  • Pembentukan “Youth Centre” di setiap kabupaten/kota sebagai tempat pelatihan dalam pengembangan kewirusahaan dan industri kreatif;
  • Penyediaan bantuan permodalan bagi wirausaha muda dan pemula bekerjasama dengan kalangan kampus dan perbankan; dan
  • Menyelenggarakan festival-festival kewirausahaan dan industri kreatif sebagai sarana promosi dan publikasi;

 

2. Visi dan Misi Seorang I Made Mangku Pastika (Cagub dari Paket “PASTI-KERTA”)

Visi dan Misi Puspayoga

Provinsi Bali yang secara geografis memiliki luas wilayah hanya 0,29% dari wilayah nusantara, secara demografis telah sangat padat. Sensus Penduduk tahun 2010 mencatat jumlah penduduk Bali sekitar 3,9 juta jiwa. Kepadatan ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari kemajuan pembangunan daerah Bali dalam beberapa tahun terakhir.

Bali adalah daerah tujuan pariwisata internasional. Kebudayaan daerah yang bernafaskan agama Hindu, dengan didukung potensi alam yang indah, serta masyarakat yang ramah, menjadikan Pulau Bali memiliki berbagai sebutan, seperti Pulau Dewata, Pulau Sorga, Pulau Seribu Pura, bahkan Pulau Perdamaian.

Konsep pariwisata budaya mengantarkan pembangunan daerah Bali yang memprioritaskan sektor pariwisata membedakannya dengan daerah-daerah lainnya di tanah air, bahkan di dunia. Tetapi perkembangan global dengan segala eksesnya, membawa konsekuensi munculnya berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Segenap unsur di daerah harus siap menghadapi perubahan global tersebut. Kita tidak ingin terdapat kondisi paradoks dalam masyarakat kita, di tengah gemerincing dolar atas kemajuan pariwisata, di tengah sebutan Pulau Sorga, masyarakat Bali masih sangat banyak berada dalam kemiskinan. Perekonomian daerah Bali bersandar pada sektor pariwisata, sektor pertanian dalam arti luas, serta sektor industri kecil dan menengah sebagai pendukung.

Komitmen pemerintah daerah untuk menyusun strategi pembangunan ekonomi Bali membuat masyarakat turut terlibat aktif dalam membentuk bangunan ekonomi Bali yang diharapkan dan diinginkan. Atas dasar potensi dan proyeksi pembangunan Bali tersebut, saya Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang bertugas sejak Agustus 2008, merumuskan konsep pembangunan Bali berlandaskan visi Bali Mandara.

Visi pembangunan tersebut selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Bali (RPJMD) 2008-2013.

Bali Mandara adalah Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera:

Bali Maju” adalah Bali yang dinamis, Bali yang terus bergerak menurut dinamika pergerakan dan perkembangan dunia. Bali yang senatiasa bergerak dan maju dengan tetap menjungjung kesucian dan keiklasan demi tegaknya dharma. Bali yang maju adalah Bali yang harus tetap “metaksu” yang senantiasa meningkatkan kualitas dirinya sebagai daerah tujuan wisata yang handal, berkharisma dan religius. Bali yang maju adalah Bali yang modern menurut ukuran dan tuntutan nilai-nilai universal yang tidak menyimpang dan atau bertentangan dengan nilai-nilai agama Hindu (Bali) serta adat istiadat Bali. Kemodernan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan peradaban sebagai masyarakat yang berada di perkampungan dunia yang terbuka.

Bali Aman” adalah Bali yang ” dabdab” teratur sekala niskala. Bali yang memiliki keseimbangan antara korelasi kebutuhan hubungan antar manusia dengan manusia lainnya, hubungan manusia dengan alam lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhan nya sejalan dengan konsep Tri Hita Karana. Bali yang aman adalah Bali yang terhindar dari ancaman intervensi virus-virus ideologi yang bertentangan dengan Tri Hita Karana seperti: terorisme, anarkhisme dan virus non traditional threat lainnya yang mewarnai jaman Kali.

Bali Damai” adalah Bali yang diselimuti atmosfir kesejukan lahir bathin serta selalu dalam kondisi “tis” dan kondusif. Bali Damai adalah Bali yang menggambarkan adanya komunitas masyarakat Bali, baik di perkotaan maupun pelosok pedesaan yang kental dengan suasana “briyag-briyug, pakedek pakenyem”. Hal tersebut sebagai indikator optimisme masyarakat dalam menatap masa depan yang menjanjikan.

Bali yang Sejahtera” adalah Bali yang “sukerta sekala niskala” sebagai diperolehnya kemajuan, keamanan dan kedamaian yang sejati. Artinya, segala aspek kejadian yang bervibrasi spiritual dan kontekstual potensial menyebabkan Daerah dan Masyarakat Bali maju, aman serta terasanya kedamaian, akan mengantarkan Daerah dan Masyarakat Bali pada kesejahteraan hidup sepanjang masa.

Visi tersebut dijabarkan dalam tiga misi, yaitu:

  • Pertama; Mewujudkan Bali yang berbudaya, Metaksu, Dinamis, Maju dan Modern;
  • Kedua; Mewujudkan Bali yang Aman, Damai, Tertib, Harmonis, serta Bebas dari berbagai Ancaman; dan
  • Ketiga: Mewujudkan Bali yang Sejahtera dan Sukerta Lahir Bhatin.

Berdasarkan visi dan misi di atas, Pemerintah Provinsi Bali menempatkan penanganan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam program pembangunannya. Kemiskinan merupakan muara dari beberapa permasalahan lainnya, terutama pendidikan dan kesehatan.

Seluruh permasalahan yang ada harus ditangani secara simultan, tidak bisa sektoral dan terpisah. Prioritas penanganan tersebut kemudian dituangkan dalam APBD Provinsi Bali setiap tahunnya, sebagai landasan penjabaran dan pembiayaannya. Efektivitas program tercermin dari pengalokasian jumlah anggaran daerah dalam pembangunan.

APBD Provinsi Bali yang turut ditentukan oleh tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

  • Pada Tahun 2008: Rp 1,512 Triliun;
  • Tahun 2009: Rp 1,667 Triliun;
  • Tahun 2010: Rp 2,1 Triliun;
  • Tahun 2011: Rp 2,97 Triliun; dan
  • Tahun 2012: Rp 3,56 Triliun.

Peningkatan ini mencerminkan proyeksi pengelolaan pembangunan, serta ketersediaan anggaran daerah untuk mensejahterakan masyarakatnya semakin meningkat.

Di sisi lain, peningkatan anggaran ini menuntut berbagai program dan upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kepentingan masyarakat, melalui program-program pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat, harus tepat sasaran dan partisipatif.

Beberapa program prioritas sebagai upaya pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali, antara lain :

  • Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM)
  • Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri)
  • Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu)
  • Pengembangan usaha ekonomi terpadu wanita di perdesaan
  • Bali Green Province
  • Bedah Rumah Bali Mandara
  • Penuntasan Buta Aksara dan pembangunan bidang pendidikan
  • Bali Green Province
  • Sekolah (SMA) Bali Mandara sekolah

Itulah komitmen Saya tentang Bali Mandara. Karenanya, Bali Mandara sejatinya harus dibangun bersama, diwujudkan bersama-sama dan dirasakan nyata dalam suasana kebersamaan oleh seluruh Rakyat Bali. Ia tidak turun dari langit. Tetapi harus bersama-sama dirancang bangun dengan rencana aksi, program dan strategi jitu yang bisa memastikan tindakan-tindakan kita kedepan berhasil, tidak sia-sia dan tidak menyimpang dari semangat keberhasilan sehingga Hambatan, Tantangan, Ancaman dan Gangguan (HTAG) dalam membangun dan mewujudkan Bali Mandara bisa diselesaikan dengan baik dan benar.

 

Catatan Akhir POPBALI:

  • Visi dan Misi ini diperoleh dari Timeline ‘Facebook Fan Page’-nya “AKU ORANG BALI”
  • POPBALI memandang ini lebih sebagai visi dan misi AA Ngurah Puspayoga dan I Made Mangku Pastika secara pribadi sebagai Calon Gubernur, BELUM MERUPAKAN visi dan misi resmi masing-masing paket.
  • Sejauh ini belum ada visi dan misi dari Calon Gubernur I Gede Winasa

Komentar via FB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>