Kehadiran Mobil Gegana Dalam Acara Simakrama

Kehadiran Mobil Gegana Di Acara Simakrama: Karena Ada Ancaman?

Ada yang berbeda dari simakrama Gubernur yang di gelar di Wantilan DPRD Bali tadi Siang (Sabtu 16/3), yakni kehadiran mobil Gegana Brimob Polda Bali di lokasi. Ada rumor yang menyebutkan hal itu terkait dengan adanya “ancaman” terhadap Gubernur Made Mangku Pastika.

Memang tidak biasanya petugas pengaman acara simakrama sampai menurunkan mobil Gegana Brimbol Polda Bali. Hal itu menarik perhatian hadirin, baik peserta simakrama maupun awak media.

Ketut Sukerta warga kota Denpasar yang hadir di acara ini sebagai peserta misalnya, sampai bertanya-tanya:

“Ya, tumben ada mobil gegana, ada apa ya? Emang ada bom apa kok sampai ada?”

Acara simakrama yang digelar rutin setiap bulan oleh Gubernur Made Mangku Pastika selalu dipadati oleh warga. Tadi siang misalnya, dihadiri tak kurang dari 200 orang warga.

Di acara ini, warga menyampaikan komentar atau keluhan berbagai masalah yang terjadi di lingkungannya dan Gubernur menampung aspirasi tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti.

Menurut Gubernur Mangku Pastika, acaranya itu tak ada hubungannya dengan Kampanye Pilgub yang akan dilaksanakan 15 Mei nanti. Ia mengatakan:

“Simakrama ini bukan ajang kampanye. Ini untuk menampung aspirasi masyarakat.”

Selain kehadiran mobil Gegananya Brimbol Polda Bali, yang berbeda dari acara simakrama tadi siang adalah banyaknya peserta simakrama yang berusia tergolong muda. Tidak sekedar hadir, anak-anak muda ini bahkan aktif berpartisipasi dengan mengajukan pertanyaan.

Gede Ari Astina, anggota grup band “Superman Is Dead” (SID) yang memiliki nama panggilan “Jerinx SID”, misalnya. Ia membacakan aspirasi anak-anak muda Kuta. Tak tanggung-tanggung Jerinx menyampaikan beberapa persoalan terkait dengan kawasan wisata Kuta—mulai dari pemberdayaan bisnis lokal, macetnya lalulintas, tata ruang dan bangunan, hingga persoalan harga diri masyarakat Bali.

Tak pelak lagi, Gubernur Mangku Pastika mengapresiasi semangat anak muda yang hadir dalam acara simakrama dan pemuda Bali pada umumnya.

Yang luput dari pantuan POPBALI, adalah apa yang dilaporkan oleh jaringnews.com hari ini (Sabtu 16/3). Media yang berlokasi di Jakarta ini melansir liputan acara simakrama gubernur dengan menyebutkan adanya kehadiran beberapa orang berbadan tegapa dalam acara tersebut—yang tidak biasanya hadir. Disana tertulis:

Acara Simakrama yang dijaga personil Brimobda Bali dengan menyiagakan mobil gegana ini, ternyata berjalan dengan aman dan kondusif. Sementara ada beberapa puluh orang berbadan tegap juga turut hadir di acara yang biasanya tidak pernah hadir.”

Media yang sama juga menyebutkan:

Dua hari lalu, salah satu koran lokal menyebutkan ada upaya mencelakai Gubernur Bali dimana sudah disiapkan eksekutor yang akan menabrak Pastika saat melakukan perjalanan dimana saja.”

 

Rumor Ancaman Terhadap Made Mangku Pastika

Terkait hal itu, Sabtu (16/3), POPBALI sempat menemukan berita dilansir oleh nusabali.com, berjudul “Diancam, Pastika Pantang Mundur”, yang isinya mirip dengan apa yang dilansir oleh jaringnews.

Adanya ancaman tersebut disampaikan secara implisit oleh Made Mangku Pastika ketika menemui para simpatisannya di Sekretariat Sekar Tunjung Center (STC) Denpasar Timur, Jumat (15/3).

Dalam rilis berita itu tertulis, “Pastika menegaskan, kematian itu ada di tangan Tuhan, sehingga Cagub yang diusung Koalisi Bali Mandara ini tidak gentar isu bahwa dirinya akan ditabrak mati di jalan raya.

Media lokal yang sama bahkan mengutip ucapan Made Mangku Pastika yang mengatakan:

“Pengalaman saya panjang soal kematian. Perkara peluru berdesing dan meriam meledak di sekitar saya, sudah biasa saya alami. Kematian itu ada di tangan Tuhan.”

Media lainnya, yakni Republika, sedikit lebih eksplisit menyebutkan bahwa, “Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku diancam akan dibunuh oleh kelompok tertentu.

Advokat Made Mangku Pastika, Muhammad Husin kepada Republika di Denpasar, Sabtu (16/3), menyarankan:

“Semestnya Pak Gubernur melaporkan kasusnya, untuk diambil langkah-langkah penyelidikan atau penyidikan.”

Menurutnya, sebagai purnawirawan polisi berpangkat jenderal, Mangku Pastika sudah mengerti masalah itu. Dia pun tahu persis, langkah apa yang akan diambilnya.

Memang tidak biasanya mobil Gegana Brimob Polda Bali diturunkan untuk mengamankan acara simkrama. Namun tidak diketahui secara pasti apakah itu terkait dengan rumor anacaman terhadap Made Mangku Pastika. Ketika awak media meminta tanggapan, usai acara simakrama, gubernur Made Mangku Pastika hanya menjawab singkat:

“Ah, apa iya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>