Komang Arim dan Tety Ramuna, Kencan Semalam atau Mamitra?


Tety Ramuna dan Komang Arim

Sempat berkembang perkiraan tersangka Komang Arim Sujana dan korban Luh Tety Ramuna memiliki hubungan ‘memitra’ alias perselingkuhan. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa tersangka Komang Arim Sujana sudah menginap di TKP Wisma Warta Puspita sejak 12 Juli 2016. Sementara, baru ketemu korban Luh Tety pada 19 Juli 2016. Dari sini kemudian timbul dugaan kalau tersangka sudah menunggu kehadiran korban sejak 7 hari sebelumnya.

Namun dibantah oleh pihak keluarga tersangka dan kuasa hukumnya.

“Setahu saya (tersangka dan korban, red) nggak saling kenal. Mereka teman kencan semalam,” terang seseorang yang mengaku sebagai keluarga tersangka.

Disamping keluarga tersangka, pengacara tersangka, Ketut Bakuh, juga membantah. Bakuh mangku dirinya sudah menanyakan itu kepada tersangka langsung. Dan tersangka mengaku tidak kenal dengan korban sebelumnya.

“Kenalnya memang hanya untuk urusan transaksi seksual. Setelah terjadi hubungan layak sensor, tersangka ini belum membayar dengan alasan sedang menunggu transferan uang. Pelaku nyebut uang hasil bisnis dengan temannya,” terang Bakuh.

Setelah itu, papar Bakuh lebih lanjut, terjadi percekcokan antara tersangka dengan korban yang belakangan diketahui sebagai anak seorang mantan anggota dewan di Bangli. Tersangka mengaku gelap mata dan panic karena dituntut terus oleh si korban untuk membayar sebesar Rp 1 juta rupiah yang telah disepakati sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tersangka Komang Arim menginap di Wisma Warta Puspita yang berlokasi di Jalan Pidada Ubung. Mengaku kesepian dan karena desakan kebutuhan bilogis, tersangka kemudian meminta saksi Teuku Ismail, pegawai wisma, untuk mencarikan seorang cewek panggilan yang bisa diajak kencan semalam.

(Baca: Kronologis Rinci Kasus Pembunuhan Cewek Panggilan di Ubung)

Bersama seorang sopir Taksi bernama Gede Getas Hariadi, Isamil kemudian mencari korban Luh Tety Ramuna alias Bella di tempat tinggalnya di Jalan Cargo, tak jauh dari wisma dimana tersangka meninap. Setelah terjadi kesepakatan, maka korban pun meluncur ke sebuah hotel yang telah ditentukan, yakni Hotel Diana II.

Usai melakukan hubungan badan selama 3 jam, tersangka dan korban kembali ke Wisma Warta Puspita. Panik karena terus dituntut bayaran 1 juta rupiah, tersangka menghabisi korban. Keesokan harinya, Rabu (20/07) pagi, korban ditemukan oleh ismail di bawah kolong ranjang sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Your reaction?
omg omg
2
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
1
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
1
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Komang Arim dan Tety Ramuna, Kencan Semalam atau Mamitra?

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz