Mata Duitan! Demi Uang 20 Ribu Keamanan Bali Dipertaruhkan


Pemeriksaan di Pintu Masuk Padangbai

Meskipun pemerintah daerah Bali sedang gencar-gencarnya menertibkan penduduk pendatang (duktang) pasca arus balik mudik, diantaranya dengan memperketat pemeriksaan di pintu-pintu masuk ke Bali, nyatanya masih ada saja petugas pelabuhan yang mata duitan. Dua orang duktang mengaku berhasil lolos dan masuk ke Bali tanpa identitas setelah menyogok 20 ribu rupiah.

Hal itu terungkap saat petugas gabungan yang dipimpin oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karangasem melakukan sidak di Pasar Senggol di Jalan Sudirman Kota Amlapura pada Sabtu (16/07.)

Dua orang penduduk pendatang yang kedapatan sedang bantu-bantu jualan di pasar senggol tersebut tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri saat disidak oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Dukcapil, kepolisian, dan Kodim setempat.

Mereka mengaku lolos dan masuk ke Bali tanpa identitas dengan cara menyogok petugas pelabuhan sebesar Rp 20.000. Namun tidak disebutkan pelabuhan mana persisnya, apakah Padangbai atau Gilimanuk.

Atas temuan duktang illegal itu, Kadis Dukcapil Karangasem I Wayan Sumidia telah meminta yang bersangkutan mengurus kartu identitas penduduk musiman (Kipem). Walau keberadaannya ada pihak keluarga yang menanggung, tetapi tetap diperlukan identitas yang jelas.

“Jangan sampai banyak penduduk Karangasem ilegal, nanti terjadi apa-apa di Karangasem pemerintah sulit memberikan proteksi,”ungkap Kadis Sumidia.

Ke depannya, petugas gabungan yang ia pimpin berjanji untuk terus menggencarkan sidak-sidak yang menyasar duktang illegal.

“Setelah menemukan duktang tanpa identitas, apalagi lolos ke Bali dengan nyogok oknum petugas Rp 20.000, kami akan gencarkan razia,” janjinya.

Selanjutnya, petugas gabungan juga berencana untuk menyasar rumah-rumah kontrakan, atau pedagang dari luar Karangasem, yang mempekerjakan tenaga baru.

Sementara itu, Kasat Pol PP juga berjanji lebih optimal menggelar razia duktang, dengan harapan agar penduduk yang tinggal di Karangasem memiliki identitas yang jelas.

“Jangan sampai ada penduduk Karangasem ilegal, atau tanpa identitas,” kata Iwan Suparta.

Masih menurut Iwan, sidak serupa akan rutin dilakukan, mulai dari menyasar rumah kontrakan, tempat tinggal pedagang kaki lima, pedagang di pasar senggol, hingga ke vila, dan hotel sekitar Amlapura. Untuk mensukseskan rencana itu, pihaknya akan bekerjasama dengan kepala lingkungan, kelian banjar dinas, dan petugas pecalang setempat.

Bukan soal kependudukan saja. Keberadaan petugas pelabuhan yang masih bersedia meloloskan duktang ilegal, demi memperoleh sogokan, secara tak langsung juga mempertaruhkan kemanan Bali. Seperti sudah diketahui, serangan teror mulai bermunculan belakangan ini dan Bali tergolong rentan. Salahsatu cara untuk meminimalkan potensi ini, petugas keamanan perlu memperketat pemeriksaan di setiap pintu masuk ke Bali. Namun, nyatanya, masih ada saja petugas di pelabuhan yang rela mempertaruhkan keamanan Bali demi uang 20 atau 50 ribu rupiah.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
1
grrr
hiks hiks
1
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Mata Duitan! Demi Uang 20 Ribu Keamanan Bali Dipertaruhkan

0

Comments 5

  1. Petugas sidak bukan untuk menyidak orang pribumi asli bali saja….sidak duktang yg tanpa identitas dan pulangkan kedaerah asalnya….biar dibali tidak banyak sampah…karena bali ini sempit…jgn sampai orang pribumi asli bali mengalah transmigrasi…..penjaga pintu masuk jg sok” miskin….kurang aj duit..gak mengjargai gaji yg didapat setiap bualn…kepintaran mereka cuman nyari untung saja…bukan menjaga bali petugas rendahan…kayak preman komplek aj….suksma…

  2. Ini berita sama fto koq gak nyambung! Berita sidak duktang br kmrin tp itu fto Brimob lg pengamanan operasi simpatik thn 2015!

  3. Semua harus proporsional berdasarkan asas keadilan dan spy tdk bias mengkontaminasi kan bhw penduduk pendatang itu jahat. Kecuali perlakuan segelintir oknum yang berperilaku negatif di daerah ini. Jadi opini2 jgn men-judge. Karena di satu sisi bnyk yg kangen menuju tetangganya itu cpt pulang.

  4. Saran kami dlm penulisan berita online agar jangan sembarangan memuat foto yg tdk ada hubungan dgn isi berita…seperti berita ini sama saja dgn melecehkan & cenderung isinya fitnah, ayo berikan berita yg berimbang & sesuai dgn fakta…jadikan media sbg media info yg akurat buat masyarakat…..salam ajeg bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz