Wasekjen PDIP Hasto Kristianto

PAS Kalah di Buleleng, PDIP Curigai Kekuatan Sistematis

Pasangan Puspayoga-Sukrawan (PAS) kalah telak di Kabupaten Buleleng. Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto mencurigai adanya kekuatan sistematis yang membuat perolehan suara PAS rendah di daerah yang disebut-sebut sebagai basis PDIP itu.

Hasil perhitungan sementara KPUD Buleleng menunjukan, PAS hanya memperoleh 126.269 suara atau 37%. Sementara pasangan Mangku Pastika-Sudikerta (PASTIKERTA) memperoleh 217.872 atau 63%.

Rendahnya perolehan suara PAS di Bumi Panji Sakti itu mendapat perhatian serius dari para petinggi PDIP, lantaran Buleleng selama ini dikenal sebagai basis utama PDIP di Bali, terlebih-lebih Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki ikatan historis di sana, dan Bupatinyapun berasal dari Partai yang sama.

Menurut Hasto, faktor utama penyebab rendahnya perolehan suara PAS di Buleleng disebabkan oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di sana dalam Pemilukada Bali kali ini. Data di KPUD Buleleng menunjukan, total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kabupaten itu mencapai 539.450 orang, sementara golput dan surat suara tak sah mencapai 195.309 atau sekitar 36% terhadap DPT.

Rendahnya partisipasi masyarakat pemilih—yang terlihat dari tingginya angka golput—itu, menurut Hasto, sesuatu yang tak wajar. Dalam jumpa pers yang digelar di kantor DPD PDI P Bali, Kamis (16/5), Hasto menjelaskan:

“Berdasarkan survei sebelumnya, kesadaran dan partisipasi pemilih di Buleleng sangat besar mencapai 92 persen dan harusnya pada hari H partisipasi pemilih tinggi. Tetapi kenapa saat hari pemungutan suara partisipasi pemilih hanya 63-65 persen.”

Hal itu, oleh Hasto, kemudian dijadikan dasar kecurigaan bahwa ada kekuatan sistematis yang membuat partisipasi masyarakat Buleleng menjadi rendah. Ia mengungkapkan:

“Ada pertanyaan besar siapa yang mempunyai kekuatan sistematis untuk mempengaruhi masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya, padahal sebelumnya hasrat memilih tinggi. Apalagi Buleleng itu basis PDIP dan Ibu Mega juga dari Buleleng,”

Disamping itu, Hasto menambahkan, ada tekanan kepada pemilih. Bahkan ia juga mengatakan bahwa pasangan yang diusung partainya menghadapi Orde Baru Jilid 2:

“Pasangan PAS ini menghadapi Orde Baru jilid 2. Sedangkan PDIP tidak mempunyai kemampuan melakukan kecurangan secara sistematis dan tidak punya pejabat di tingkat nasional, dan tidak punya kekuatan untuk menggunakan APBN maupun APBD.”

Menurut hasil survei dan pemetaan politik sebelumnya, PAS di Buleleng menang 54 persen, namun kenyataan menunjukkan sebaliknya. Kata Hasto:

“Untuk itu kami melakukan kajian secara khusus di Buleleng karena dari pemetaan politik mestinya PAS di sana menang.”

Namun berdasarkan data real count dan quick count sejumlah lembaga survei, kekalahan telak kubu PDIP tidak hanya di Buleleng, melainkan juga di Kelungkung dimana perolehan suara PAS anjlok hingga sekitar 36 persen. Padahal Kelungkung juga termasuk basis PDIP dengan Bupati kader PDIP pula.

Hasto menampik kemungkinan menurunnya loyalitas kader dan kinerja mesin partai di kedua kabupaten itu. Menurutnya, mesin partai sudah bekerja optimal. Namun memang ada kekuatan lain yang menghalang-halangi masyarakat agar tidak mengunakan hak pilihnya.

Untuk itu, kata Hasto:

“Kami mengirim tim khusus untuk menganalisis hal itu. Tim juga kami terjunkan ke seluruh kabupaten/kota di Bali.”

Ia juga menegaskan bahwa kondisi itu akan menjadi kajian dan catatan penting. Disamping itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi internal sebagai tindaklanjut. (Keterangan Gambar: Wasekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto. Foto: idmanado.com)

Komentar via FB

2 comments

  1. putu sumawan

    PDIP kalah di kantong2 / Basis PDIP karena PDIP salah pilih calon, coba kalau yang di naikkan pak chandra atau jaya mantra kemungkinan walaupun kalah tapi kalahnya tipis, dan juga program visi misi yang di paparkan calon PDIP tidak jelas…
    saya juga simpatisan PDIP saran saya saat anda memilih calon anda pastikan calon tersebut siap setidaknya visi misinya jelas. agar masyarakat bisa meng-compare dengan calon lainnya.

  2. Kadek

    masyarakat yg mulai melek akan memilih figur dan visi dan misi yg jelas, bukan partainya. sepertinya PDI perjuangan harus mulai untuk introspeksi diri dan jujur terhadao diri sendiri dan jangan membodohi masyarakat dengan excuse yg di cari cari…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>