Pemerintah Kaji Kemungkinan Pejabat Korup Tidak Usah Masuk Penjara


Menko Polhukam Luhut Panjaitan

Dalam pandangan pemerintah, setidaknya Kementrian Koordinator Bisang Politik Hukum dan Kemanan, penjara di Indonesia sudah penuh sesak. Disamping angka kriminalitas yang masih tinggi, kondisi ini diperparah oleh banyaknya pejabat korup yang masuk penjara. Pemerintah merasa perlu mencari terobosan baru dalam penanganan kasus korupsi.

Salah satu terobosan yang dimaksud adalah dengan tidak memenjarakan pejabat korup.

“Ya lagi di-exercise (dikaji, red.) Artinya kita lagi melihat itu. Kalau masuk penjara, penjara kita bisa penuh nanti,” ungkap Menko Polhukam Luhut B Panjaitan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/07.)

Sebagai pengganti hukuman penjara, terang Menko Luhut lebih jauh, pejabat yang kedapatan korup bisa dimiskinkan dengan cara memaksa mereka mengembalikan uang negara yang diambil beserta dendanya, kemudian diikuti dengan pencopotan jabatan.

“Kita lagi exercise melihat di negara-negara lain bagaimana sih, kalau dia (pejabat korup) merugikan negara. Kalau dia merugikan negara bisa tidak dia dihukum dengan mengembalikan uang negara plus penalti dan dia dipecat dari jabatannya,” terang Luhut.

Disamping pertimbangan hanya memenuhi penjara, Luhut juga melihat toh selama ini penjara tidak memberi efek jera seperti yang diharapkan.

Dalam pandangannya, Luhut melihat banyak koruptor yang biasa-biasa saja ketika ditangkap oleh para penegak hukum. Malah ada yang masih bisa tersenyum dan tertawa.

“Banyak sekali pejabat yang diperiksa dan tersandung kasus korupsi dengan bangga tersenyum dan tertawa. Malahan, rompi berwarna oranye itu seperti sebuah kebanggaan, bukan lagi hal yang memalukan. KPK sudah menangkap menteri, jenderal, kepala daerah juga tokoh agama. Tapi mereka juga masuk dan kayak tak bersalah memakai jaket itu,” tutur Luhut.

Bagaimanapun juga, Luhut menegaskan, kemungkinan untuk tidak memenjarakan para koruptor ini masih wacana awal, masih dikaji kemungkinannya.

“Nanti kita masih omongin kok, itu masih very early (masih sangat dini, red)” pungkasnya.

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Pemerintah Kaji Kemungkinan Pejabat Korup Tidak Usah Masuk Penjara

0

Comments 1

  1. agar penjara tidak penuh – sesak baeknya dihukum mati aja, tergantung besar kecil kesalahaannya, bukan untuk kasus korupsi saja termasuk kasus kriminal lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz