Soal Kartu Sakti Jokowi, Gubernur Pastika: Di Pusat Muter-muter, Buang Sana Buang Sini


Gubernur Pastika

Ketika ditanya mengenai pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi,) Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku tidak begitu tahu. Katanya sudah bertanya kemana-mana, termasuk ke pemerintah Pusat, namun tak pernah mendapat jawaban yang jelas.

“Saya sudah tanya Kadiskes, Kadisdik, Kadis Sosial (Provinsi Bali.) Mereka juga tidak tahu. Saya harus tanya siapa? Di sana (pusat) juga muter-muter kok. Buang sana, buang sini,” ungkap Gubernur Pastika di Denpasar, Senin (26/10.)

Pihak Pemprov Bali, menurutnya, samasekali tidak diikutsertakan dalam proses pendistribusian kartu-kartu sakti tersebut.

“Lah wong pendistribusiannya bukan melalui pemerintah provinsi. Dari pusat langsung ke sasaran,” imbuhnya.

Yang ia ketahui dari Kadisos, kartu baru dibuat kalau Presiden Jokowi datang ke suatu daerah.

“Saya tanya Kadisos, katanya di sana leading sectornya Kementerian Sosial, juga tidak ada jawabannya. Jawabannya kalau Presiden mau datang, tiga hari sebelumnya, akan orang survei ke situ, barulah kartunya dibuat,” terang mantan Kapolda Bali itu.

Pembagian kartu pernah ia saksikan langsung  saat Presiden Jokowi berkunjung ke Tulikup, Gianyar, bersamaan dengan pembukaan Piala Presiden baru-baru ini. Namun tidak tahu kalau akan ada pembagian kartu.

“Jadi waktu di Tulikup, Beliau bagi-bagi, bingung juga saya apa ini. Maaf saja saya nggak tahu,” tegasnya.

Gubernur Pastika mengaku tidak tahu harus menjawab apa jika masyarakat bertanya.

“Bagaimana kalau ada rakyat yang bertanya, kapan saya dapat kartu kalau nanyanya kepada saya. Saya mesti jawab apa? Untung di Bali belum ada yang tanya. Karena (di Bali) juga punya kartu sakti juga, JKBM.”

Jikapun misalnya masih banyak masyarakat Bali yang belum terima kartu sehat dan kartu pintar dari pusat, menurutnya, tak terlalu masalah.

“Kalau dapat bagus, enggak dapat enggak apa-apa,” tegasnya.

Namun sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah sudah seharusnya dia tahu mengenai pelaksanaan program kartu tersebut.

“Saya ‘kan wakil pemerintah pusat di daerah, sebenarnya saya wajib tahu. Saya juga berusaha untuk tahu. Tapi maaf saja, sudah cari tahupun tidak tahu,” ungkapnya lebih lanjut.

Ia berharap kartu sakti Jokowi tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Mengingat Provinsi Bali juga punya program kesehatan dan pendidikan.

“Nanti ‘kan bisa numpuk. Darimana datanya Kartu Indonesia Pintar ini, apakah melalui kabupaten, provinsi, atau bagaimana?,” ujar Pastika mempertanyakan.

Katanya pihak Pemprov Bali samasekali belum pernah dilibatkan dalam pengumpulan data sehubungan dengan program-program tersebut. (Keterangan Photo: Gubernur Bali Made Mangku Pastika/Kompas.com/Sri Lestari).

Your reaction?
omg omg
0
omg
haha haha
0
haha
grrr grrr
0
grrr
hiks hiks
0
hiks
wtf wtf
0
wtf
suka suka
0
suka
hmm hmm
0
hmm
ngeri ngeri
0
ngeri
huek huek
0
huek

Meski lama tinggal di luar, kecintaannya terhadap Bali tak pernah pupus. Perhatiannya diwujudkan dengan hal-hal sederhana. Menulis tentang Bali misalnya.

Soal Kartu Sakti Jokowi, Gubernur Pastika: Di Pusat Muter-muter, Buang Sana Buang Sini

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



OR



Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join PopBali Community
or

Back to
log in

Choose post type

List Poll Quiz